Digital Twin dalam Manajemen Risiko Operasional Perbankan Syariah: Peluang dan Tantangan Implementasi
Keywords:
Digital Twin, Manajemen Risiko Operasional, Perbankan Syariah, Transformasi Digital, Kepatuhan SyariahAbstract
Transformasi digital mendorong bank syariah mengeksplorasi Digital Twin replika virtual yang diperbarui berkelanjutan dari sistem fisik untuk mengelola risiko operasional yang kian kompleks. Tinjauan literatur sistematis (SLR) bercakupan terfokus ini, mengacu protokol bergaya PRISMA melalui Google Scholar, DOAJ, Garuda, dan repositori regulatif (22 dokumen dari 91 yang teridentifikasi), mensintesis titik temu literatur digital twin keuangan terbaru dengan tata kelola risiko operasional syariah berdasarkan prinsip Basel 2021 dan standar risiko IFSB. DT menunjukkan potensi konseptual untuk deteksi dini risiko, pemantauan kepatuhan syariah real-time, dan simulasi skenario akad mudharabah/musyarakah, namun implementasinya dibatasi oleh keterbatasan infrastruktur, eksposur keamanan siber, kesenjangan SDM, dan paling mendasar belum terjawabnya verifikasi independen atas kepatuhan syariah algoritma. Artikel ini mengusulkan kerangka adopsi Digital Twin syariah empat tahap dan memaparkan secara transparan batas bukti literatur yang ada.