Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan Impulsive Buying terhadap Minat Penggunaan Paylater Syariah di Kalangan Mahasiswa
Keywords:
Fear of Missing Out, Impulsive Buying, Paylater Syariah, Minat PenggunaanAbstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat membeli barang dan layanan, terutama di kalangan mahasiswa. Kemudahan mengakses media sosial dan layanan keuangan digital membuat munculnya berbagai kebiasaan belanja yang dipengaruhi oleh faktor psikologis. Salah satu hal yang sering dialami adalah rasa takut ketinggalan, yaitu perasaan cemas bahwa kita mungkin melewatkan informasi, tren, atau pengalaman yang sedang banyak dibicarakan di lingkungan sosial. Selain itu, kebiasaan membeli secara impulsif atau membeli tanpa berpikir panjang juga semakin banyak terjadi karena banyaknya iklan digital dan kemudahan dalam bertransaksi secara online. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk menggunakan berbagai layanan pembayaran digital, salah satunya adalah Paylater Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana rasa takut ketinggalan (FOMO) dan pembelian impulsif mempengaruhi keinginan mahasiswa menggunakan layanan pembayaran tertunda berbasis syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa yang sudah tahu atau pernah menggunakan layanan Paylater Syariah. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Penelitian ini menunjukkan bahwa rasa takut ketinggalan (FOMO) dan pembelian impulsif berdampak positif dan nyata terhadap minat pengguna untuk menggunakan layanan Paylater Syariah, baik secara terpisah maupun secara bersamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor psikologis dan cara membelanjakan uang memengaruhi secara besar dalam membentuk minat para mahasiswa terhadap layanan keuangan digital yang berlandaskan syariah.
