Manajemen Risiko Siber dan Strategi Pemulihan Citra Bank Syariah Indonesia: Pasca-Insiden Gangguan Layanan Digital Perbankan Syariah
Keywords:
Manajemen Risiko Siber, Pemulihan Citra Bank Syariah, Layanan DigitalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen risiko siber dan strategi pemulihan citra yang dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) setelah terjadi gangguan layanan perbankan digital yang besar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berdasarkan studi literatur dan analisis dokumen sekunder. Kerangka teori utama yang digunakan meliputi Teori Komunikasi Krisis Situasional (SCCT) oleh W. Timothy Coombs dan Teori Pemulihan Citra oleh William L. Benoit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membangun kembali kepercayaan pelanggan dan pemulihan citra dicapai melalui integrasi empat pilar utama: (1) komunikasi krisis yang responsif melalui media massa dan media sosial; (2) aktivasi Rencana Kelangsungan Bisnis (BCP) dengan memanfaatkan staf lini depan untuk mengurangi kepanikan pelanggan di lapangan; (3) perbaikan teknis mendasar, termasuk membangun server baru, mengkonsolidasikan satu gateway, memperkuat enkripsi, dan menerapkan otentikasi ganda; dan (4) kompensasi operasional melalui layanan perbankan akhir pekan dan program insentif deposito hadiah . Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya mengintegrasikan tindakan korektif teknis dengan komunikasi krisis yang transparan untuk menjaga loyalitas pelanggan dan memastikan stabilitas likuiditas bank syariah setelah krisis siber.




